Langsung ke konten
Kembali ke semua tulisan

Form yang panjang akan ditinggalkan

Petugas kandang mencatat sambil berdiri, sering dengan satu tangan. Itu mengubah hampir semua keputusan desain form kami.

Terbit . Ditulis oleh Bunga

Waktu membangun Ternakpark dan Sobaternak, kami mulai dengan asumsi yang salah: bahwa masalahnya adalah data yang tidak lengkap. Jadi kami rancang form yang menangkap semuanya.

Asumsi itu runtuh begitu melihat konteks pemakaiannya. Petugas kandang mencatat sambil berdiri, sering dengan satu tangan, dan hampir tidak pernah di depan meja. Form yang menangkap semuanya butuh waktu, dan waktu itu tidak ada.

Yang terjadi berikutnya selalu sama di sistem mana pun: orang mencatat di kertas dulu, lalu memasukkannya nanti. Begitu itu terjadi, aplikasinya sudah kalah. Dua pekerjaan untuk satu data, dan data yang masuk belakangan selalu lebih miskin daripada yang dicatat di tempat.

Jadi pertanyaannya kami balik. Bukan "data apa saja yang kami butuhkan", tapi "berapa lama orang ini bersedia berhenti". Dari situ baru kami tentukan berapa banyak yang muat.

Sisanya kami pindahkan: sebagian diisi otomatis, sebagian ditanyakan hanya saat relevan, sebagian dihapus karena ternyata tidak pernah dipakai di laporan mana pun.

Yang kami pelajari: kelengkapan data bukan hasil dari form yang lengkap, tapi dari form yang benar-benar diisi. Field yang dikosongkan terus-menerus bukan masalah disiplin pengguna, itu masalah rancangan.