Dashboard yang menuntut penggunanya tahu harus mencari ke mana
Dashboard kalah cepat dibanding bertanya ke orang. Itu bukan soal kecepatan server.
Terbit . Ditulis oleh Bunga
Dashboard yang bagus sering tidak dipakai, dan alasannya jarang teknis.
Di beberapa project dashboard yang kami kerjakan, polanya berulang. Dashboard selesai, dipuji saat demo, lalu pelan-pelan ditinggalkan. Orang kembali bertanya lewat pesan ke rekan yang dianggap tahu.
Kami pikir itu soal kebiasaan. Ternyata lebih sederhana: bertanya ke orang lebih cepat.
Bertanya butuh satu kalimat. Membuka dashboard butuh ingat alamatnya, login, memilih periode yang benar, memilih cabang atau unit yang benar, lalu membaca angka yang benar di antara angka lain. Lima langkah lawan satu.
Perbaikannya bukan menambah fitur. Kami justru mengurangi: pertanyaan yang paling sering diajukan harus terjawab di layar pertama, tanpa filter dan tanpa klik. Filter tetap ada, tapi untuk pertanyaan yang jarang, bukan untuk yang sehari-hari.
Cara menemukan pertanyaan itu tidak canggih. Kami kumpulkan dulu pertanyaan yang selama ini paling sering diulang, lalu pastikan semuanya terjawab tanpa pengguna perlu mencari.
Ukuran keberhasilannya juga sederhana, dan tidak ada di dalam dashboard: berkurangnya pertanyaan yang isinya menanyakan hal yang sudah terlihat.